Senin, 13 Juli 2015

Cara Jitu Cegah Ketombe


Pesona Cantik
Masalah ketombe, dalam bahasa medis disebut ptiriasis sika (dandruff). memang sering membuat 'pusing'. Ketombe disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak normal, yaitu regenerasi sel pada kulit kepala yang terlalu cepat, sehingga menyebabkan bertumpuknya sisa-sisa sel. Jadi, ketombe tidak menyebabkan rambut rontok, karena tidak ada penjelasan ilmiah yang membuktikannya. Ketombe juga dapat timbul karena perkembangbiakan bakteri yang tidak normal, dan biasanya diikuti oleh rasa gatal.

Stres, polusi, diet yang tidak seimbang, kondisi sehabis sakit, atau kulit kepala yang sensitif, bukan penyebab utama ketombe. Ketombe bisa menular? Itu hanyalah mitos!     

Kunci paling penting dalam mengatasi masalah ketombe adalah memilih produk perawatan yang tepat serta asupan nutrisi yang baik.

Cara tepat cegah ketombe :


1. Istirahat cukup.  Hal ini juga baik untuk metabolisme tubuh.

2. Terapkan pola makan sehat dan teratur --kurangi makanan yang berminyak.

3. Untuk kulit kepala kering, cuci rambut 2 kali seminggu. Sedangkan untuk kulit
kepala berminyak, keramaslah 3-4 kali seminggu. Hindari mecuci rambut setiap
hari, karena justru akan menghilangkan kelembapan alami rambut dan dapat
merusak rambut.

4. Gunakan sampo yang sesuai dengan kondisi rambut. Misalnya yang mengandung
zanthoxylum  (mampu  mengangkat ketombe sekaligus mencegah timbul kembali).

–Pilihan lain adalah sampo yang mengandung selenium sulfida atau ketoconzole, yang
berperan sebagai antimikroba, dan membantu menghilangkan ketombe dengan
menyerang langsung  organisme pemicu terjadinya ketombe.

–Sampo yang mengandung sulfur juga dapat membantu melepaskan kulit mati sekaligus
mengurangi pembentukan lemak kulit dan menekan pembentukan serta pelepasan kulit.

–Kandungan yang paling sering terdapat pada produk anti-ketombe adalah Zinc-
Pyrithion (ZPT), yaitu bersifat anti jamur yang dapat menekan pertumbuhan
Pityrosporum ovale (P. Ovale), salah satu jamur penyebab ketombe. Produk
perawatan rambut yang mengandung Tea Tree Oil juga dapat digunakan, karena
dapat membantu mencegah timbulnya jamur P. Ovale.

–Untuk perawatan sehari-hari, gunakan pelembap rambut tanpa dibilas yang mengandung
ekstrak tumbuhan fenugreek.

–Untuk ketombe yang sangat berat, atasi dengan sampo anti-jamur yang mengandung
ketokonazol –tapi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter spesialis kulit.

–Untuk rambut yang diwarnai, hindari sampo anti-ketombe dengan kandungan sulfur
atau selenium sulfida, karena dapat  melunturkan warna rambut.

Tip: 

Jika masalah ketombe sudah teratasi, gunakan sampo anti-ketombe hanya sesekali atau
saat benar-benar diperlukan. 
Fakta dan Mitos Seputar Ketombe

Fakta dan Mitos Seputar Ketombe

Ketombe adalah serpihan kulit kepala kulit yang terus menerus mengelupas dari kepalamu. Sama seperti rambut rontok, sebenarnya normal bagi kulit kepala untuk mengelupaskan kulit mati untuk proses regenerasi kulit baru. Sel-sel baru terbentuk di lapisan bawah kulit kepala. Mereka secara bertahap didorong ke permukaan oleh sel-sel yang terbentuk di bawahnya. Pada saat mereka mencapai permukaan, sel-sel telah menjadi datar dan saling tumpang tindih seperti genteng. Pada saat itu, sel-sel yang telah mati mengelupas dari permukaan sepanjang waktu. Sel-sel tersebut begitu kecil bahwa kita tidak memperhatikan hal ini terjadi.

Dengan ketombe, seluruh proses pembaharuan kulit (atau pergantian kulit) terjadi lebih cepat, sehingga lebih banyak sel-sel mati yang terkelupas dan dalam ukuran cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang. Kulit kepala juga mungkin merasa sedikit gatal. Ketombe adalah sangat umum. Menurut pusat penelitian Proctor and Gamble, ketombe mempengaruhi lebih dari 50% dari populasi Amerika Serikat - sehingga lebih umum untuk memiliki ketombe daripada tidak! Hal ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi kemungkinan besar di awal 20-an.

Fakta dan Mitos Seputar Ketombe

Ketombe disebabkan oleh kekeringan pada kulit kepala.

Salah. Ketombe disebabkan oleh pergantian cepat sel-sel di kulit kepala, sehingga banyak sel kulit mati yang terkelupas dari permukaan kulit kepala. Bahkan, ketombe terjadi di daerah di mana kelenjar minyak dari kulit kepala yang paling aktif.

Ketombe adalah lebih umum pada laki-laki daripada perempuan.

Benar. Mungkin karena aktivitas kelenjar minyak yang dipengaruhi oleh hormon testoteron yang banyak dimiliki laki-laki.

Ketombe dipengaruhi oleh cuaca.
Mungkin benar. Sinar matahari yang panas memicu kelenjar minyak untuk semakin aktif guna melindungi lapisan kulit kepala.

Ketombe dapat menular.

Salah. Kamu tidak dapat terkena ketombe dari orang lain, misalnya dengan menggunakan sisir atau penutup kepala milik teman yang memiliki ketombe.

Mengenakan penutup kepala memperburuk ketombe.

Benar. Jamur Pityrosporum ovale dapat berkembang biak dengan baik ketika terlindungi dari sinar matahari, dan penutup kepala mencegah keringat menguap, yang dapat mendorong jamur untuk berkembang biak semakin aktif.

Cara Mengatasi Ketombe

Apabila kamu memiliki ketombe, hindari segala bentuk gel rambut atau produk styling rambut lainnya.

Jangan menggaruk kulit kepalamu. Jika kamu keramas, cobalah untuk memijat kulit kepala tanpa menggaruk. Tekanan kuku pada kulit kepala yang gatal akibat ketombe dapat merusak rambut pada akarnya, yang dapat menyebabkan kerontokan dan rambut rapuh.

Jika masalah ketombemu ringan, cobalah keramas tiga kali seminggu menggunakan Pantene Anti Dandruff. Shampo ini akan membantu menghapus serpihan sel-sel kulit mati di kepala yang mengelupas, dan kandungan Pro-V di dalamnya akan melindungi kulit kepala dan rambut.

Hindari mewarnai rambutmu. Bahan kimia dalam pewarna rambut dapat memperparah kondisi ketombe.

Apabila masalah ketombemu sudah semakin parah dan bentuk serpihannya tidak seperti ketombe pada umumnya, dan kulit kepala menunjukkan warna merah dan gatal, ada kemungkinan kamu mengalami seborrhoeic dermatitis (semacam eksim). Atau apabila ketombemu memiliki tekstur yang tebal dan berlapis-lapis, dan dialami juga oleh bagian tubuh lainnya, ada kemungkinan kamu mengalami psoriasis. Segera kunjungi dokter kulit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Tips Memilih Shampo Untuk Kulit Rambut Berketombe – Masalah ketombe pada kulit kepala dialami oleh hampir semua orang. Penyebab ketombe ini bisa bermacam-macam. Ketombe dapat muncul karena jamur atau perawatan kulit kepala yang kurang bersih. Ketombe merupakan infeksi dari jamur yang membuat kulit kepala terasa gatal. Lebih parahnya lagi ketombe juga dapat mengakibatkan adanya penipisan rambut dan bahkan terjadinya rambut rontok.
Tips Memilih Shampo Untuk Kulit Rambut Berketombe
Rambut berketombe juga sangat menganggu penampilan Anda, terutama saat Anda memilih pakaian yang tepat untuk digunakan. Karena itulah, Anda sangat disarankan untuk melakukan perawatan rambut seperti hair-spa, creambath, dan lain-lain, paling tidak sekali dalam satu bulan. Yang terutama, Anda diharuskan untuk mencuci rambut atau keramas setidak-tidaknya 2 kali seminggu. Anda juga sebaiknya mengkonsumsi vitamin B kompleks agar rambut Anda semakin kuat.

Anda sangat disarankan untuk selalu mengkonsumsi banyak sayuran hijau serta buah-buahan. Konsumsi makanan tinggi protein juga dapat memperkuat rambut Anda serta mencegah ketombe datang kembali. Selain itu, Anda harus memilih shampo anti ketomber yang tepat untuk digunakan sehari-hari. Dengan demikian Anda dapat memiliki rambut yang lebih bersih dan indah serta bebas dari ketombe.

Walaupun label shampoo di pasaran telah dilengkapi dengan label jenis rambut, tetapi tidak ada salahnya jika Anda lebih cermatdalam memilih shampoo yang memang cocok dengan jenis rambut Anda. Baik untuk jenis rambut berminyak, rambut kering, maupun rambut berketombe.

Pemilihan shampoo yang tepat adalah awal untuk mendapatkan rambut yang sehat. Selain shampoo, Anda juga harus memilih dengan baik jenis perawatan rambut yang Anda jalani. Perawatan rambut tepat tentunya dapat membantu untuk meringankan masalah ketombe baik yang ringan maupun berat. Dalam hal ini, Anda harus memilih shampoo dan jenis perawatan khusus untuk rambut berketombe.

Berikut ini terdapat beberapa kandungan yang ada di dalam shampoo. Kandungan inilah yang harus Anda perhatikan, terutama untuk Anda yang memiliki masalah rambut berketombe.
Formula anti-dandruff (anti ketombe)

Jika Anda menemukan tulisan ini pada label shampoo yang Anda pilih, artinya, shampoo jenis ini dapat membersihkan kulit kepala Anda secara efektif serta menghilangkan ketombe.
Ketoconzale.
Produk yang memiliki bahan ketoconzale memiliki formula yang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Selain itu kandungannya juga mampu menormalkan kadar pH pada kulit kepala Anda sehingga menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe.
Produk yang memiliki bahan aktif Selenium AP (selenium disulfide)
Kandungan dari Selenium AP ini memiliki kemampuan yang berkali-kali lipat serta lebih cepat dalam mengatasi masalah ketombe yang serius atau parah
Ekstrak eucalyptus dan aloe,
Umumnya kedua bahan tersebut dapat Anda temui pada shampoo anti ketombe herbal. Kegunaan keduanya dipercaya aktif untuk membantu mengurangi ketomber serta menyehatkan rambut Anda.
Zinc pyrithione
Tea-tree Oil
Teh Hijau
Lemon
Fungsi dari lemon sendiri adalah kadar keasamannya yang mampu mengurangi pertumbuhan jamur di kulit kepala Anda.

Shampo ketombe umumnya memiliki kandungan seperti di atas. Fungsi dari masing-masing kandungan sudah pasti untuk membersihkan rambut, mengurangi rasa gatal, serta menghambat dan menghilangkan ketomber dari kulit kepala Anda. Namun, jika selama ini Anda telah menggunakan shampoo yang memiliki kandungan bahan-bahan diatas namun ketombe tetap saja muncul di kulit kepala Anda, tidak ada salahnya jika Anda segera mengkonsultasikan masalah ini kepada dokter langganan anda.
Sumber: Kiricantik.
Saat menyisir rambut si kecil, terkadang ada serpihan-serpihan mirip ketombe yang terlepas. Kondisi ini seringkali mengkhawatirkan orangtua, walaupun sebetulnya tak ada yang berbahaya. “Ketombe” bayi yang juga disebut cradle cap atau dermatitis seboroik infantil ini biasanya hilang dengan sendirinya. Apa yang bisa dilakukan orangtua ?

Apa itu cradle cap ?

Cradle cap adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 3 tahun dengan gejala sisik warna putih atau kekuningan di kulit kepala. Ada yang hanya sedikit saja, ada pula yang banyak. Kadang kala, ketombe bisa muncul di bagian alis mata, bulu mata, telinga, lipatan hidung, bagian belakang leher, atau ketiak. Pada kasus yang lebih jarang, ketombe bisa begitu tebal hingga melukai kulit dan gatal, atau mengeluarkan bau yang tak sedap.

Apa penyebabnya ?
Produksi minyak kulit yang berlebihan dari kelenjar minyak dan folikel rambut.
Sejenis jamur dan bakteri bisa tumbuh di area berminyak tersebut memperberat terjadinya kelainan ini.

Faktor keturunan, udara yang lembab, kulit yang jarang dibersihkan, dan kelainan kulit lain bisa pula turut menyumbang.
Tips Supaya Ketombe Tak Datang Pada Bayi
SUMBER: ANAKKU.NET
Kapan perlu konsultasi ?
Bila ibu baru pertama kali mengobati cradle cap dan bingung apa yang dilakukan.
Terdapat ketombe di lokasi yang tidak berbulu, mungkin bukan suatu dermatitis seboroik.
Kulit yang terkena menjadi keras dan merah, mulai berair atau bernanah, nyeri, atau terdapat demam.
Memiliki sistem tubuh yang lemah, misalnya anak mengidap HIV, kekurangan zat gizi.

Mengatasi “ketombe” bayi
Memijat dengan jari atau menyeka kulit kepala dengan waslap setiap hari dengan sampo bayi yang lembut dapat menghilangkan sisik ketombe tersebut.
Sikat rambut kepala dengan sikat lembut yang bersih sebelum membilas sampo untuk melembutkan kerak kepala.

Bila terlalu tebal atau sulit dilepas, minyak mineral atau baby oil dapat dioleskan ke kerak selama beberapa menit, kemudian sikat serta beri sampo ke rambut bayi seperti biasanya. Bilas dengan bersih hingga minyak hilang karena kelebihan minyak bisa menyebabkan ketombe tumbuh.
Jika kerak sudah hilang, menyampo kepala dapat dikurangi seminggu dua kali untuk mengontrol gejala.

Bila ini pun tak berhasil, mungkin diperlukan sampo atau resep khusus menghilangkan kerak rambut tersebut. Sampo anti ketombe seperti yang mengandung selenium, asam salisilat, tar, sulfur, zink, selenium sulfida, ketokonazole, atau lainnya mungkin dapat digunakan pada kondisi tersebut. Kontrol ke dokter kulit anak untuk penanganan lebih lanjut.

Cradle cap dapat hilang sendiri dalam beberapa bulan (biasanya 6 bulan sampai satu tahun), namun bisa muncul kembali. Lakukan terapi yang sama seperti sebelumnya.

SUMBER: anakku.net

Ketombe? Stop Menggaruk Rambut KepalaBukan hanya membuat tidak nyaman, ketombe juga mengganggu penampilan. Baju hitam pasti kerap diminimalisasi digunakan bagi Anda yang punya masalah ketombe pada kulit kepala. Anda bisa bebas ketombe dengan lima langkah berikut ini, salah satunya adalah berhenti menggaruk.

1. Jauhi sisir

Kurangi frekuensi menyisir karena aktivitas menyisir bisa membuat ‘salju’ di kepala Anda hinggap di baju. Hindari sisir. Sebagai alternatifnya, Anda bisa menggunakan hairspray. Kandungan polymer di dalamnya bisa melapisi ketombe agar tetap berada di kulit kepala hingga Anda keramas.

2. Bersihkan
Kulit kepala yang mengelupas dan rasa gatal yang timbul bisa menjadi indikasi gejala ketombe. Gunakan sampo antiketombe selama 2 minggu berturut-turut untuk mengatasinya.

3. Stop menggaruk

Sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Menggaruk dapat menstimulasi saraf reseptor yang akan memicu rasa gatal.

4. Siasati cuaca

Iklim yang kering dapat memperparah kondisi. Untuk mengatasinya, bersihkan rambut dengan air dingin dan hindari produk yang mengandung alkohol.

5. Kenali penyebabnya

Jika ketombe Anda muncul kembali, kemungkinan besar penyebabnya adalah jamur. Jamur mengandung asam oleic yang menkibatkan munculnya ketombe. Gunakan sampo antiketombe dengan kandungan pyrithione zinc untuk membasmi ketombe.
10 Fakta tentang Ketombe Di Rambut. Ketombe merupakan masalah kulit kepala paling umum bagi setiap orang. Ketombe sebenarnya kulit kepala yang mati dan terkelupas. Tak hanya memengaruhi kualitas rambut, tapi juga bisa membuat malu dalam bersosialisasi.
10 Fakta tentang Ketombe Di Rambut
Berikut sepuluh fakta tentang ketombe:

1. Sering mencuci rambut dapat menghilangkan ketombe?

Tidak! Sering mencuci rambut hanya dapat mengontrol ketombe karena adanya pijatan pada kepala. Pijatan itu akan mengganggu habitat alami ketombe dan mengendalikannya. Cucilah rambut setiap tiga hari sekali untuk mengendalikan produksi ketombe berlebihan.

2. Apakah ketombe menular?

Ya, ketombe adalah infeksi jamur superfisial dan akan menular saat berbagi sisir. Namun, ketombe tidak dapat menyebar jika hanya duduk di sebelah orang yang ketombean.

3. Benarkan ketombe hanya menyerang orang dengan kulit kering?

Meskipun ketombe identik pada orang berkulit kepala kering, ketombe bisa juga terjadi pada mereka dengan kulit kepala berminyak.

4. Hanya orang dewasa yang berketombe?

Tidak, remaja dan anak-anak juga bisa mengalaminya. Kelenjar keringat mereka belum sepenuhnya berkembang untuk menghambat berbagai infeksi jamur di kulit kepala.

5. Apakah produk perawatan rambut mengakibatkan ketombe?

Ya, produk perawatan rambut dapat menimbulkan dan memperparah ketombe, penyakit rambut, atau infeksi. Kecuali sampo anti-ketombe.

6. Apakah ketombe akan berkurang jika kepala tertutup?

Tidak! Tidak ada hubungan antara menutupi kepala dan berkurangnya ketombe. Faktanya, menutupi kepala dapat memperburuk ketombe karena tidak membiarkan keringat menguap.

7. Apakah suhu dingin memicu ketombe?

Benar, karena orang cenderung tidak mencuci rambut saat cuaca dingin, infeksi kulit kepala pun meningkat.

8. Ketombe bisa dihapus hanya dalam satu langkah?

Tidak! Meskipun banyak produk mengklaim begitu, hingga kini belum ada produk kosmetik modern yang benar-benar dapat menghilangkan ketombe dalam satu langkah.

9. Apakah blow dry mengurangi ketombe?

Tidak, blow dry dapat mempercantik rambut untuk semalam, tapi sama sekali tidak mengurangi ketombe. Bahkan, blow dry dapat meningkatkan ketombe.

10. Apakah ketombe disebabkan jarang cuci rambut?

Benar, ketika rambut tidak dicuci selama beberapa hari, ketombe berkembang biak dengan leluasa.

Sebelum mengetahui penyebab ketombe, ada baiknya kita ketahui dulu apa sebenarnya ketombe. Ketombe merupakan suatu kondisi kulit kepala kronis yang umum terjadi. Ditandai oleh rasa gatal dan terjadinya pengelupasan pada kulit kepala. Ketombe bukanlah sesuatu yang menular. Memang terkadang ketombe sulit untuk dihilangkan, namun masih dapat dikendalikan.

Pada kebanyakan orang, ketombe mudah untuk dikenali dengan adanya lapisan putih dan berminyak dari sel kulit mati yang terlihat seperti titik di rambut disertai dengan rasa gatal.

Ada beberapa penyebab timbulnya ketombe. Diantarnya adalah sebagai berikut :

Kulit kering

Kulit kering merupakan penyebab umum timbulnya rasa gatal dan pengelupasan kulit. Pengelupasan kulit karena kulit kering umumnya lebih kecil dan lebih sedikit berminyak dibanding penyebab ketombe lainnya.
Iritasi kulit dan kulit kepala berminyak (seborrheic dermatitis)
Ini adalah penyebab tersering ketombe. Ditandai dengan kulit kepala berminyak yang tertutup lapisan putih atau kekuningan. Seborrheic dermatitis juga mempengaruhi bagian tubuh dengan banyak kelenjar minyak seperti alis, sisi hidung dan belakang telinga, serta terkadang ketiak.

Jarang keramas

Jika Anda tidak teratur keramas maka minyak dan sel kulit dari kulit kepala akan dapat menyebabkan ketombe.

Psoriasis

Penyakit kulit ini menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang membentuk lapisan tebal seperti perak. Psoriasis biasanya terjadi di lutut dan siku namun dapat juga mempengaruhi kulit kepala.

Eksim

Eksim pada kulit kepala memungkinkan timbulnya ketombe.
Sensitif terhadap produk perawatan rambut (dermatitis kontak)
Dapat menyebabkan merah dan gatal pada kulit kepala. Keramas terlalu sering atau menggunakan terlalu banyak produk perawatan rambut juga dapat mengiritasi kulit kepala dan akhirnya menyebabkan ketombe.

Jamur malassezia

Jamur malassezia sejatinya ada di kulit kepala orang dewasa sehat tanpa menimbulkan permasalahan. Tetapi terkadang pertumbuhannya tidak dapat dikendalikan karena mendapat makanan dari minyak yang keluar dari folikel rambut. Ini dapat mengiritasi kulit kepala dan dan menyebabkan lebih banyak sel kulit yang tumbuh. Kelebihan sel kulit mati akan mulai berjatuhan, ditambah dengan minyak dari rambut dan kulit kepala akan terlihat seperti lapisan putih di kulit kepala.

Penyebab pasti pertumbuhan berlebih jamur malassezia belumlah diketahui. Minyak berlebih di kulit kepala, perubahan hormon, stres, penyakit saraf seperti Parkinson, imunitas menurun, jarang keramas, dan juga sensitif terhadap jamur malassezia dapat menyebabkan timbulnya ketombe.

Ketombe dapat dialami oleh siapa pun. Tetapi ada beberapa faktor yang membuat seseorang dapat mengalami ketombe dibandingkan orang lainnya, yakni:

Usia

Ketombe umumnya mulai dialami oleh orang dewasa muda dan berlanjut sampai usia pertengahan. Namun tidak tertutup kemungkinan mereka yang lebih tua tidak berketombe karena bagi sebagian orang, ketombe dapat menjadi masalah yang membandel.

Pria

Pria lebih banyak berketombe. Para ahli berpikir ini ada hubungannya dengan hormon pria yang turut andil dalam timbulnya ketombe. Pria juga diketahui memiliki kelenjar produksi minyak yang lebih besar di kulit kepalanya yang dapat berperan dalam menimbulkan ketombe.
Kulit kepala dan rambut berminyak
Jamur malassezia hidup dengan mendapat makanan dari minyak di kulit kepala. Sehingga mereka yang memiliki kulit kepala dan rambut terlalu berminyak akan lebih cenderung berketombe.

Pola makan

Pola makan yang kurang asupan zat besi (zink) dan vitamin B dapat membuat Anda kemungkinan berketombe.

Penyakit tertentu

Memang masih belum jelas bahwa orang dewasa dengan penyakit neurologis seperti Parkinson lebih mungkin mengalami seborrheic dermatitis dan ketombe. Demikian juga dengan mereka yang mengalami stres dan masalah imunitas tubuh.

Cara Menghilangkan Ketombe

Bagi Anda yang berketombe, Anda masih dapat berlega hati karena ketombe hampir dapat selalu dikendalikan. Namun perawatan terhadap ketombe yang muncul memerlukan sedikit ketekunan dan kesabaran. Secara umum, ketombe ringan masih dapat diatasi dengan keramas teratur dengan menggunakan sampo yang lembut untuk mengurangi minyak dan tumbuhnya sel kulit baru.

Namun ketika sampo biasa gagal mengatasi masalah ketombe, Anda dapat mencoba sampo antiketombe yang banyak dijual bebas. Yang perlu diingat adalah bahwa tidak semua sampo antiketombe sama, boleh jadi Anda harus mencoba beberapa jenis sampo sampai menemukan yang cocok untuk mengatasi ketombe Anda.

Sampo antiketombe dapat dikelompokkan menurut kandungannya:

Sampo zinc pyrithione 

Mengandung zinc pyrithione yang merupakan agen antibakteri dan antijamur. Dapat mengurangi jamur di kulit kepala yang menyebabkan ketombe dan seborrheic dermatitis.

Sampo berbahan dasat ter

Ter batubara yang merupakan hasil dari proses pabrikasi batubara dapat membantu mengatasi ketombe,seborrheic dermatitis, dan psoriasis dengan cara memperlambat kematian sel kulit dan pengelupasan kulit kepala.

Sampo yang mengandung asam salisilat

Sampo jenis ini membantu menghilangkan lapisan ketombe, namun dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering. Gunakan kondisioner setelah keramas untuk mengurangi rasa kering di kulit kepala.

Sampo selenium sulfida

Bekerja dengan memperlambat kematian sel kulit dan dapat mengurangi jamur malassezia. Sampo jenis ini dapat melunturkan rambut yang diwarnai, jadi pastikan untuk menggunakannya sesuai petunjuk dan bilas dengan baik setelah keramas.

Sampo ketoconazole

Ketoconazole merupakan agen antijamur berspektrum luas yang bisa jadi bekerja ketika sampo yang lain telah gagal.

Sedikit tips untuk menggunakan sampo antiketombe:
Gunakan salah satu sampo tersebut secara rutin setiap hari sampai ketombe dapat dikendalikan, kemudian menjadi 2-3 kali seminggu. Jika satu jenis sampo bekerja dalam satu waktu dan tampak mulai kehilangan efektivitasnya, cobalah untuk bergantian mencoba dua jenis sampo antiketombe. Pastikan untuk membiarkan sampo setidaknya 5 menit di kepala agar kandungan sampo dapat bekerja.

Jika selama beberapa minggu Anda telah mencoba sampo antiketombe namun ketombe masih saja membandel, Anda masih merasakan gatal di kulit kepala atau kulit kepala Anda menjadi merah dan bengkak, segera temui dokter ahli kulit. Dokter akan meresepkan sampo yang lebih kuat atau terapi dengan cairan steroid.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi resiko mengalami ketombe:

Kendalikan stres
Stres dapat mempengaruhi kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan dan dapat membuat Anda mudah terkena penyakit. Stres juga dapat memicu terjadinya ketombe atau memperburuk ketombe yang telah ada.

Keramas secara teratur
Jika kulit kepala Anda cenderung berminyak, keramas secara teratur setiap hari dapat membantu mencegah ketombe.

Kurangi produk perawatan rambut
Hair sprays, styling gels, mousses dan hair waxes dapat membuat kulit kepala Anda berminyak.

Makan sehat
Cukuplah mengkonsumsi zat besi (zink) dan vitamin B untuk membantu mencegah ketombe.

Sedikit sinar matahari
Sinar matahari baik untuk mengatasi ketombe. Tetapi ingatlah bahwa paparan ultraviolet dapat merusak kulit dan meningkatkan resiko kanker kulit sehingga sebaiknya jangan berjemur diri. Luangkan waktu sebentar untuk keluar. Jangan lupa gunakan tabir surya.


Ketombe, hal kecil yang berdampak besar. Bagi mereka yang mengalaminya, ketombe dapat 
\mempengaruhi kepercayaan diri. Serpihan putih bagai taburan keju yang jatuh ke pakaian akan sangat mengganggu penampilan. Pada kaum pria khususnya, ketombe merupakan permasalahan kulit kepala yang kerap terjadi. Mengapa pria lebih banyak berketombe? Apa saja penyebab ketombe? Lalu, bagaimana cara mengatasi ketombe yang membandel?